Skip to main content

3 Aplikasi Grafis Berbasis Vektor yang Wajib Diketahui Desainer

Mau tau jenis aplikasi pengolah grafis berbasis vektor yang populer bagi seorang desainer terutama di Indonesia? Baca artikel ini yuk!



Sebelumnya mari kita fahami apa itu vektor.

Kalian pasti sering melihat gambar dalam kehidupan sehari-hari, pada umumnya jenis gambar yang kita lihat ada yang berbasis vektor dan bitmap/ raster, nah pada kesempatan ini akan saya bahas tentang vektor dulu ya!!!

Secara teknis, gambar vektor terbentuk secara digital melalui perintah terstruktur dan matematis yang menempatkan garis dan bangun ruang yang menghasilkan gambar 2 atau 3 dimensi.

Gambar vektor tidak akan berubah kualitasnya walaupun diperbesar hingga berkali-kali, sehingga detilnya tetap akan kelihatan, sehingga akan mudah dimodifikasi semau kita.

Walaupun sudah banyak aplikasi yang menyediakan banyak templates sehingga memudahkan kita membuat suatu gambar, namun membuat suatu gambar dari 0 atau istilah keren-nya build from scratch akan menghasilkan suatu kepuasaan tersendiri.

Aplikasi pembuat gambar vektor ini sangatlah banyak, sebagian besar bukan hanya berfungsi sebagai pembuat atau pengolah gambar vektor ataupun mengatur layout suatu halaman pada buku, majalah, brosur, koran dan lain-lain, bahkan dengan aplikasi ini kita bisa mendesain layout halaman website yang akan kita buat.

Untuk layout bisa dibaca : Komposisi dan Layout

Berikut ini adalah 3 aplikasi desain berbasis vektor yang populer digunakan terutama di Indonesia.

1. Corel Draw

Aplikasi ini tidak asing bagi kita, hampir setiap komputer/ laptop orang yang memiliki hobi desain grafis memiliki software yang satu ini.

Corel Draw
Corel Draw (Image : Wikipedia)


Penggunaanya yang mudah dan umum digunakan membuat aplikasi ini menjadi pilihan utama para desainer di Indonesia.

Dengan motto "If you can dream it, you can design it" tentunya bukan hanya sekedar jargon semata, hanya dengan sedikit kesungguhan maka aplikasi ini bisa membuat kita seperti desainer profesional.



Saking mudahnya, aplikasi ini bisa dipelajari kebanyakan orang bahkan melalui otodidak sekalipun. Tanpa harus memiliki latar belakang desainer grafis digital, aplikasi ini bisa diterapkan tanpa kesulitan yang berarti. Belum lagi tutorial yang berserakan di jagad maya yang mudah ditemukan dengan bantuan search engine seperti google, bing dan lain-lain.


Ada beberapa tools yang menjadi aplikasi ini sangat menarik untuk digunakan, salah satunya adalah pembuat QR Codes yang menjadi trend belakangan ini. Tapi disini tidak akan dibahas apa itu QR Codes, yang pasti menariklah itu......

Di aplikasi ini juga ada fitur Bitmap Trace, yaitu mengubah gambar bitmap menjadi gambar vektor, jadi sangat memudahkan apabila misalnya kita ingin mengubah suatu foto menjadi gambar yang bisa diedit bentuknya menjadi seperti gambar 2 dimensi.

Namun ada beberapa kelemahan, seperti tidak support OS selain Windows. Jadi buat kamu yang menggunakan MAC ataupun Linux, maka software ini harus memaksa kamu menggunakan Windows ;) atau bisa menggunakan aplikasi seperti Parallel atau Crossover yang harganya jauh lebih murah daripada harus beli Windows.

Pengguna Windows akan sangat dimanjakan dengan software ini, karena pada versi terbaru (2017) sudah support untuk penggunaan pen atau touchsreen, sehingga aplikasi ini sangat nyaman digunakan pada perangkat seperti Microsoft Surface dengan teknologi layar sentuh yang sangat nyaman digunakan, sehingga menggunakan Corel Draw pada perangkat ini bisa dilakukan seperti menggambar pada media kertas konvensional, menarik bukan?


Buat kamu yang punya budget pas-pasan aplikasi ini bukanlah pilihan bijak, saat artikel ini dibuat (september 2017) harga resmi dari aplikasi ini adalah US$660 atau sekitar Rp. 8.900.000,-



Harga Corel Draw
Harga Corel Draw (corel.com)


Harga tersebut sebenarnya sebanding dengan kemudahan dan fitur-fitur yang akan kita dapatkan, ya sesuai dengan kata orang "Ada harga ada rupa".

Belakangan pun, Corel sepertinya semakin mengikuti trend penjualan yaitu dengan cara Subscription atau berlangganan dengan cara menyewa pada jangka waktu tertentu, sehingga kita hanya membayar selama yang kita pakai saja.

Ada yang menarik ketika membeli aplikasi ini, yaitu aplikasi tambahan seperti corel photo paint yang bisa membantu melakukan editing gambar bitmap.

Dan buat kamu yang pemula, ketika melakukan order terhadap aplikasi ini di tempat yang resmi, maka kamu juga akan mendapatkan video training untuk memudahkan dalam mempelajari aplikasi ini.

Selain video training, kita juga akan mendapatkan tips dan trik untuk pengolahan gambar dengan menggunakan aplikasi ini yang selalu terperbaharui setiap pekannya pada link yang diberikan pada kita.

Bagi kamu yang hobi desain web pun, pada versi 2017 sudah disertakan pula tambahan aplikasi Corel Website Creator yang sangat membantu membuat website idamanmu tanpa harus memiliki kemampuan coding yang handal.

Jadi benar saja, hal ini bukan hanya pada slogan yang jika diterjemahkan "Jika kamu dapat memimpikannya maka kamu dapat mendesainnya sendiri" artinya ide-ide grafis yang kita miliki bisa sangat mudah direalisasikan dengan aplikasi ini.

Untuk menggunakan aplikasi ini ada persyaratan minimal hardware yang diperlukan

1. Procie, Intel Pentium 4 atau AMD 64
2. 2 GB RAM
3. 1 GB hardisk (hanya untuk instalasi)
4. 1024 x 768 resolusi monitor.


2. Adobe Illustrator


Inilah salah satu aplikasi berbasis gambar vektor yang sangat digemari oleh profesional.  Mungkin aplikasi ini jarang kita temui digunakan oleh masyarakat, maklumlah aplikasi ini lebih familiar bagi desainer yang handal yang begitu perduli dengan detil desain.

Adobe Illustrator
Adobe Illustrator (blog.adobe.com)

Aplikasi yang begitu banyak mendapat dukungan tools keren dari Adobe perusahaan pembesutnya, benar-benar memanjakan penggunanya. Salah satu fitur yang ciamik adalah kita tidak akan kehilangan file yang bisa disebabkan seperti komputer yang tiba-tiba mati atau hang. Apalagi pekerjaan mendesain terkadang membuat pelakunya lupa untuk menyimpan file.

Kabar gembira bagi pengguna MAC-OS ataupun pengguna mobile seperti android maupun iOS, aplikasi ini bisa digunakan. Linux? Hmmm, sepertinya harus bersabar karena ini cobaan :)

Untuk harga, cukup bersaing dibanding dengan Corel Draw, kita hanya perlu mengeluarkan kocek sebanyak US$ 239,88 atau sekitar 2,9jt Rupiah. Tapi yang perlu dicatat ini harga subscription per tahun, artinya kita punya kesempatan menggunakannya selama 365 hari dengan kata lain ngontrak setahun.

Harga Adobe Illustrator
Harga Adobe Illustrator di amazon.com


Untuk menggunakan aplikasi ini setidaknya ini spesifikasi perangkat keras yang diperlukan.

1. Intel Pentium 4 atau AMD 64
2. 1 GB (3 GB disarankan) untuk 32 bit, dan 2 GB (8GB disarankan) untuk 64 bit.
3. 2 GB hardisk (hanya untuk instalasi)
4.  1024 x 768 dpi monitor (disarankan 1280 x 860 dpi)


3. Inkscape

Aplikasi pengolah gambar vektor yang satu ini mungkin jarang sekali didengar bahkan digunakan oleh khalayak umum, namun bagi pengguna GNU Linux ataupun pengguna yang perduli dengan legalitas software namun memiliki keterbatasan dana maka aplikasi ini menjadi pilihan utama.

Dengan line-tag "DRAW FREELY" yang bisa berarti menggambar secara bebas sesuai dengan keinginan kita dan juga bebas dari keharusan untuk membayar.

Inkscape

Walaupun gratis, aplikasi ini tidak kalah dengan aplikasi sejenis yang berbayar. Bahkan aplikasi ini memiliki fitur top-notch management color yang memastikan bahwa akurasi warna baik di media digital maupun cetak akan menghasilkan warna yang sama.

Contoh Hasil Inkscape
Contoh hasil kreasi Inkscape

Untuk melihat hasil kreasi dari Inkscape silahkan kunjungi http://inktober.com/ yang menampilkan karya-karya desainer yang diperlombakan setiap tahunnya.

Bahkan gambar berikut adalah hasil karya anak muda Indonesia

Hasil Kreasi Kartun Inkscape
Created By Rizky Djati Munggaran

Aplikasi ini berjalan sempurna baik di Windows, Mac OS dan Linux. Bahkan ukuran instalasi yang hanya sekitar 60MB ini (Bandingkan dengan aplikasi sejenis yang bisa mencapai 1GB) dapat berjalan sempurna pada system dengan prosesor hanya 1GHz dan 256 MB RAM.

Bagi desainer profesional tentunya ada hal yang biasanya mereka gunakan di software sejenis tidak bisa didapat pada Inkscape. Misalnya saja Gradient Mesh tool yang bisa ditemui pada Adobe Illustrator, maka jangan berharap bisa mendapatkan tool sejenis pada inkscape, walaupun sebenarnya bisa dilakukan dengan cara lain tergantung kreativitas pengguna.

Untuk mendapatkan aplikasi ini kunjungi https://inkscape.org/en/download/ lalu pilih jenis yang sesuai dengan system yang kita miliki.

Untuk pengguna Linux, aplikasi ini bisa didapatkan pada Package Manager.


At least but not last, kesimpulannya...

Apapun aplikasi yang anda pakai, tergantung dari kreativitas masing-masing. Saya pribadi memilih INKSCAPE karena lisensinya yang gratis.


Comments

Penulis

Herman, IT Practition - Instructor - Ngoceh di Berbagai Platform

Popular posts from this blog

Layout dan Komposisi dalam Desain Grafis

Layout dan komposisi dalam desain grafis merupakan hal yang penting diketahui untuk menguasai teknis desain yang benar.
Pada dasarnya komposisi dan layout dapat ditentukan melalui insting, insting ini bisa didapat dengan banyaknya pengamatan ataupun latihan. Dalam penentuan komposisi dan layout terkadang kita tidak bisa terpaku terhadap keinginan kita semata, namun juga memerlukan penilaian dari orang lain.

Komposisi dan layout juga berkembang sesuai selera dan trend, dulu orang suka meletakkan objek di tengah tengah, namun sekarang hal tersebut relatif kesan atau cerita apa yang ingin didapatkan dari gambar yang dihasilkan.

Nah jadi sebenarnya apa sih komposisi itu?

Dalam dunia masak memasak kita sering mendengar istilah komposisi untuk menyebutkan bahan bahan yang digunakan beserta takarannya, begitupun dalam dunia kedokteran yang menyebutkan komposisi pembuat obat dan masih banyak lagi istilah komposisi yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan dalam dunia desain grafi…

Menggambar Logo Terkenal Tanpa Melihat Contoh???

The Signs, pernah melakukan eksperimen terhadap lebih 150 orang Amerika untuk menggambar logo terkenal tanpa melihat contoh. Hasilnya? Mencengangkan... Tahukah anda berapa uang yang harus dikeluarkan perusahaan untuk membuat suatu logo? 
Untuk ukuran UMKM aja di Indonesia harus mengeluarkan 3 - 7 Juta untuk mendapatkan suatu logo yang bernilai bisnis dalam rangka tujuan branding sehingga mudah diingat orang.

Bisa dibayangkan, berapa yang harus dikeluarkan oleh perusahaan yang berskala internasional untuk membuat suatu logo yang diharapkan akan familiar dan mudah diingat oleh banyak orang.

Pada eksperimen ini, The Signs melibatkan 156 orang di Amerika untuk menggambar logo perusahaan sekala global yang terkenal dengan ketentuan mereka melakukannya tanpa melihat contoh logo yang akan mereka gambar dengan kata lain cukup membayangkan.

Bagaimana hasilnya? Inilah hasil dari eksperimen tersebut (saya hanya menampilkan salah satu contoh dari beberapa logo)


Sebagian besar orang mengetahui me…